Minggu pagi itu, aku duduk di depan seorang ustadz yang baru beberapa hari menjadi pembimbing agamaku. Tutur katanya lembut sekali. Di beberapa kesempatan, aku selalu mengaji dengan beliau. Meskipun kadang – kadang, tanpa kitab, beliau tetap memberiku petuah – petuah yang bermanfaat bagiku.

Ya, kurasa, aku terlalu banyak melakukan kesalahan. Tapi, Allah selalu, selalu dan terus mengingatkan aku pada-Nya. berbagai cara Ia berikan peringatan demi peringatan padaku. Dan aku baru sadar dan baru tahu bahwa aku mungkin bukan seorang hamba yang patuh. Aku akan mencoba terus melacak jejak-jejak-Nya.
Petuah ustadzku itu begini :

“Bagaimana sekolahmu? apakah baik – baik saja? Kamu kalo ada masalah, instropeksi dulu,. kira – kira, apa yang selama ini kamu lakukan? BErbagai masalah itu datang karena ingin menguji keimanan kita. Kuberikan 1 pengalaman yang dulu telah mengantarku menjadi sekarang ini.
Aku dulu pernah salah jalan dan jatuh dari rel Allah. Aku dulu pernah nakal, padahal Allah telah memberikan banyak sekali kenikmatan padaku. Aku limbung dan bingung menjalani hidup, utang-utangku menumpuk. tetapi, suatu saat di mana aku sudah putus asa, aku teringat bahwa masih ada Allah yang bisa dimintai pertolongan. Aku pasrahkan semua masalahku padanya.
Sampai suatu ketika, temanku (yang bisa dikatakan sangat taat pada Allah) datang dan membayari seluruh hutangku. Dari sinilah, pelan – pelan, akhirnya aku kembali ke jalan Allah. Begitu sayangnya Allah pada kita walaupun sebenarnya kita kadang – kadang lupa dengan-Nya. Percayalah itu, Nisa.
Juga, pikirkanlah bahwa keadaanmu yang sekarang adalah ridho orang tuamu juga. Terutama ibumu. Janganlah sekali – sekali kau mencoba membantah ibumu. Jangan. Itu akan menghambat jalan hidupmu. Patuhilah dia. Tapi yang terpenting adalah tetaplah menomorsatukan Allah. Karena, Allah adalah pusat segalanya. Jika imanmu sudah baik kepada Allah, orang lain pun ikut merasakan kebaikannya. ”

Aku hanya diam. Selama ini, aku melakukan kesalahan yang… notabene nilanya cukup besar. Aku mencoba menyadarkan diriku sendiri dan mengingat-Nya.

Advertisements