Image

Indonesia, tidak dibangun dengan waktu yang singkat. Mulai dari zaman pra-sejarah sampai zaman reformasi, berbagai pergulatan sang pemimpin mewarnai kebijakan-kebijakan negeri Gemah Ripah Loh Jinawi ini. Jika dijadikan sebuah video, Indonesia beserta sejarahnya merupakan wujud buku harian yang merekam jejak kebangsaan.

Yuk, mari memutar video itu sebentar saja.

Pernah di suatu masa, menjelang detik-detik Proklamasi, Ir. Soekaro menjadi inisiator untuk memproklamirkan kemerdekaan saat situasi sedang kosong. Walaupun tindakan ini berisiko tinggi, beliau melakukannya. Kemudian kita beranjak ke Orde Baru, di mana Soeharto bersikeras menerapkan Pancasila. Ternyata? Banyak kecurangan di mana-mana. Keputusan yang juga ekstrim. Memasuki era B.J. Habibie yang amat singkat, media dibuat eksis, reformasi yang cenderung bebas, dan Timor Leste dilepaskan. Keputusan yang tidak bisa dianggap enteng, kan?

Dari contoh ketiga Presiden tersebut, menjadi presiden adalah amanah yang sangat berat. Tetapi ketika aku diizinkan menduduki amanah terbesar itu, ada empat hal yang akan kubenahi pertama kali:

1. Kubangun istana-istana keluarga dengan cinta.

Kenapa harus keluarga? Masyarakat terkecil adalah keluarga. Setiap orang ditentukan wataknya dari sebuah keluarga. Seseorang juga memulai hidupnya dari keluarga. Ia menikah, kemudian beranak pinak, membentuk sebuah rumah tangga. Cinta yang paling besar dari sesama manusia juga ada di sini. Dan jika keluarga sudah rusak, bagaimana dengan anggota-anggota di dalamnya? Seringkali keegoisan datang dan mengakibatkan terpecahnya keluarga yang berdampak buruk pada setiap anggotanya.

Karena itulah, keluarga harus dibina dengan cinta dari sandaran tertinggi manusia, nilai-nilai Ketuhanan. Keluarga merupakan aset terpenting negara karena ia bisa mencetak orang-orang yang siap mengabdi kepada negara. Begitu pentingnya keluarga ini, sampai-sampai pemerintah mengatur segala hal yang berkaitan dengan keluarga: KB, UU Perkawinan, dan program-program tentang kekeluargaan.

Nah, demi memperbaiki fungsi keluarga dalam mendidik anak, seminar-seminar parenting juga akan diselenggarakan rutin. Hal ini untuk menghindari dominasi orang tua terhadap anak dan melanggengkan hubungan baik antara orang tua-anak.

Segalanya yang dibentuk dari cinta yang kuat dan benar, akan tumbuh indah dengan sendirinya.

2. Kutegaskan hukum dengan teladan

Hukum sekarang sudah seperti mainan ya? Iya, dari bayi sampai kakek-nenek, banyak yang tidak patuh pada hukum. Contohnya: banyakΒ  yang belum punya SIM, tapi sudah bebas mengemudi di jalan raya, terus kebut-kebutan, dan melanggar lampu merah. Atau kakek-nenek yang dilarang berjualan secara PKL, tetap ngotot minta jualan di tepi jalan. Aduh, bukannya tak kasian. Tapi itu mengganggu pengguna jalan lainnya.

Hukum, mudah sekali dibeli. Berapa sih harganya? Paling mahal juga cuma 5 milyar. Wah, kalau sudah sampai taraf seperti ini, Indonesia tak akan pernah jadi negara maju. Terlalu banyak perkongsian di negeri ini yang mampu membelinya.

Soal korupsi, aku akan menyita seluruh hartanya dan melepas statusnya sebagai WNI. Jika terlalu besar, bisa saja tangannya disumbangkan untuk orang yang membutuhkan. Dikucilkan, dimusuhi satu negara plus diamputasi, bukan sesuatu yang bagus. Rasanya itu cukup manusiawi daripada menghukum mati.

Jalan yang akan saya tempuh adalah membiasakan keteladanan yang bisa dilatih oleh tiap orang di sini. Memang membutuhkan waktu, tetapi proses ini sangat efektif untuk memberikan mereka pelajaran. Sebuah teladan kadang bisa membuat kita marah bin kesal. Wajah pasti sudah tertekuk-tekuk melihat saingan kita di atas angin.

Hukum itu hanya efektif jika dia sendiri yang dibawa oleh karakter si Pemimpin. Di dalamnya nanti, ada kekuatan super yang bisa mengakomodir pelayanan jutaan masyarakat di sini.

3. Kuputuskan kemiskinan dengan inovasi

Aku akan mendatangkan para ilmuwan yang di luar sana untuk bersama-sama membangun negeri. Kalaupun toh belum ada sokongan dana, dilakukan saja bertahap. Menggali inovasi sekaligus mewujudkannya bukan perkara mudah. Tetapi jika kita mau, sebenarnya bisa.

Karena inovasi-inovasi mereka sangat berguna meningkatkan kesejahteraan hidup saudara mereka yang tertimpa kemiskinan. Pabrik-pabrik model Nike dan sejenisnya yang menggaji karyawan Indonesia dengan gaji paling murah, juga akan ditutup. Kemudian mereka akan diarahkan menuju lembaga pertanian di daerah masing-masing. Diberi pelatihan, kemudian mereka secara individu dan pengawasan tertentu, melanjutkan ciri itu untuk melestarikan makhluk hidup, sekalian jalan-jalan sebentar.

Tidak ada lagi BLT, yang tidak efektif dan membuat masyarakat ketergantungannya sangat besar. Sekaran gini, pengemis banyak, padahal mereka mampu bekerja. Inilah yang perlu inovasi agar Indonesia semakin maju dan baik.

4. Pendidikan di mana-mana

Pengetahuan berawal dari membaca dan berdiskusi. Karena itu, aku akan menciptakan taman bacaan multimedia supaya para pelajar Indonesia mendapatkan referensi bacaan tanpa harus membuat repot orang tua mereka. Kemudian, adanya pembinaan pelatihan karya tulis dari pusat. Yang lebih penting lagi, guru-guru yang ada sekarang ini, benar-benar disaring dan diseleksi siapa yang berhak meneruskan kariernya menjadi guru resmi di sekolah-sekolah negeri.

Serta pelatihan siswa-siswi SMK secara profesional agar lebih siap memasuki dunia kerja. Kemudian memberikan kontrak kerja kepada mereka selama setahun. Jujur, aku miris melihat teman-teman SMK-ku yang berkompeten, tetapi begitu mereka lulus, hanya menjadi penjaga toko; bukan yang seperti mereka inginkan dulu. Mimpi mereka seakan hangus seiring tingginya kualifikasi minimum karyawan.

Itulah empat langkah yang akan aku lakukan jika aku menjadi Presiden Indonesia. Tapi sebelum itu, kita harus menjadi Indonesia lebih dulu.

Goenawan Muhammad mengatakan, “MENJADI INDONESIA adalah menjadi manusia yang bersiap memperbaiki keadaan, tetapi bersiap pula untuk melihat bahwa perbaikan itu tidak akan pernah sempurna dan ikhtiar itu tidak pernah selesai.”

Image*Tulisan ini diikutkan Festik Sulsel Sinjai 2013 oleh Komunitas Blogger Sinjai*

Advertisements