Kita tidak akan pernah menemukan orang yang benar-benar memahami kita, tahu kebiasaan kita, mengerti semua tentang kita. Impossible.

Tapi kita bisa menemukan orang yang sungguh-sungguh bersedia memahami kita. Dan itu lebih dari cukup, sepanjang kita juga sungguh-sungguh bersedia memahaminya.

Tere Lije

Memahami dan dipahami. Masih ingat simbiosis mutualisme? Prinsipnya seperti itu. Kalo di pelajaran SD dulu, pokoknya saling menguntungkan lah. Win-win solution. Masih inget cuplikan film di bawah ini?

Bee Movie!

Sebuah film bagus tentang simbiosis mutualisme. Yah, makanan lebah itu adalah nektar yang didapatnya dari bunga-bunga. Terus, itu bakalan diolahnya jadi madu.

Di film ini, Barry (tokoh utama) sempat menarik segala produk madu yang dihasilkan bangsanya dari manusia. Jadi saking banyaknya persediaan madu, para lebah memang bisa bermalas-malasan tanpa harus memproduksi madu.

Tapi kenyataan yang terjadi adalah, bunga-bunga semakin layu, pepohonan hilang teduhnya. Karena apa? Para lebah yang biasanya menghisap nektar itu, juga melakukan penyerbukan alami untuk bunga-bunga. Tapi setelah stok madu terlalu banyak, rutinitas penyerbukan alami itu terhenti.

Untung Barry segera menyadari kesalahannya. Akhirnya, melalui usaha maksimal, Barry bisa memperbaiki keadaan dibantu teman-temannya.

Dari cerita itu, iya kan, simbiosisnya ada ketika Barry mengambil nektar, tapi di sisi lain dia juga membantu penyerbukan bunga-bunga.

Begitulah seharusnya kita, berusaha mengerti kondisi orang lain. Nah, sesuai dengan hukum Newton ke-3 tentang aksi-reaksi, maka niscaya orang lain pun akan berusaha pengertian kepada kita.

Advertisements