Dunia maya sudah penuh dengan berita tentang Mesir beberapa bulan ini, sejak Presiden Mursi digulingkan. Apalagi media-media Islam saat ini. Anehnya, berbagai statsiun TV di Indonesia baru kemarin menayangkan tentang kondisi Mesir yang sangat bergejolak. Kondisi terbaru adalah lebih 2000 demonstran damai yang mendukung pengangkatan Mursi kembali, ditembaki dan dibakar oleh junta militer pimpinan Al-Sisi.

Sebelum itu, mari kita cermati dulu kronologinya:

Kronologi Gejolak Mesir-foxnews.com

Yap, setelah junta militer itu diangkat oleh Mursi, eh dia sendiri yang malah menjatuhkan Mursi dari kursi kepresidenan. Kemudian memenjarakannya sampai sekarang.

Semakin lama, tindakan junta militer semakin kejam. Mereka mulai menembaki massa pendukung Mursi ketika demonstrasi damai tanggal 14 Agustus lalu. Tak hanya itu, mereka juga melecehkan para wanita dan anak kecil di tengah jalan-jalan umum. Tahukah, di beberapa media massa yang berusaha meliputnya, mereka bilang ini bukan termasuk pembantaian?

Kaya gini ini bukan bentuk pembantaian kah? Padahal mereka yang berdemonstran nggak bawa senjata tajam, tapi tiba-tiba ditembaki begitu saja. Untungnya organisasi HAM internasional, Human Rights Watch telah memberikan pidato resmi perihal tragedi Mesir ini. Walaupun sedikit terlambat. Kelihatan sekali, hanya formalitas dan setengah hati.

Aksi di Indonesia

Alhamdulillah, walaupun Presiden kita masih sibuk dengan perayaan 17 Agustusan, tapi para mahasiswa sudah berinsiatif mengambil langkah untuk ikut demonstrasi damai, aksi peduli dengan mengirim relawan serta memberi bantuan dana untuk Mesir. Sebuah langkah yang kongkret dan layak didukung. Terutama, mengingat fakta sejarah bahwa dulu Mesir lah yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia melalui Hasan Al-Banna (pemimpin Ikhwanul Muslimin). Terlebih, Indonesia adalah negara dengan umat Islam terbesar sedunia, maka menjadi penting

Harusnya, Indonesia bisa mengajak PBB untuk merundingkan solusi dari kekejaman militer ini. Harusnya, Indonesia bisa bertindak lebih dulu daripada Turki. Entahlah kenapa dengan pemerintah Indonesia. Tapi daripada mengeluh, mari kita berdoa untuk Mesir. Saudara-saudari kita di sana sedang dirundung duka.

Allahummaghfirlahum, warhamhum, wa’fu’anhum.

Advertisements