Aku pernah, pernah sebel banget sama Mama karena nggak dibolehin pergi ke luar negeri; bahkan jika itu untuk cultural visit yang cuma seminggu atau paling nggak conference yang cuma 2 hari. Pernah. Dan, ketika alasannya cuma “Mama khawatir di sana kamu sendirian nggak keurus. Jadi, kamu harus nikah dulu kalau mau pergi ke luar negeri! Titik”

Hah, usia gue masih 19 tahun, Mama. Ini juga masih kuliah semester 2, Mama. Ini juga aku masih pingin menikmati masa-masa singleku, Mama. Aku juga pingin aktif di gerakan ini dan itu tanpa ada yang menghalangi dengan segudang kewajiban. Bisa sih, kalau pingin aktif setelah menikah; tapi rasanya beda. Itu nggak main-main.

Aku pun, tak ayal sempet nangis berkepanjangan gara-gara cita-citaku ini masih stuck di satu tempat saja. Berniat menggenggam mimpiku, aku pun membeli sebuah peta dunia yang ekstra jumbo dan kutempel di dinding kamar. Setiap mau tidur, kupandangi peta itu. Berdoa dan berharap semoga aku bisa menjelajahi track-track yang aku inginkan. Well… dan datanglah kesempatan itu…

Bukan, belum ke luar negeri. Tapi menjadi guide teman-teman mahasiswa asing yang datang dari berbagai penjuru dunia. 🙂

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, aku diizinkan kuliah di Sastra Inggris; jurusan yang paling sering menerima kunjungan tamu dari luar negeri. *yaiyalah, bahasa Inggris kan bahasa yang paling umum dipakai di mayoritas negara-negara dunia. Everyone can speak and understand English, right? Praise to Allah and thanks to my father. Once, I thought that my father was wrong to force me enroll as English Department’s student. However, I think, he had thought what I could not expect one year ago. Thanks, Ayah. Thaaanks… :’)

Cita-citaku menjadi guide, tak terasa, tahun ini sudah tercapai. Allah benar-benar membukakan takdir yang lain untukku. Hanya saja, baru hari ini aku menyadarinya; bahwa Dia mendengarkan doaku agar aku bisa punya teman dari beragam negara, budaya, dan bahasa.

Kemarin, aku menemani mahasiswi-mahasiswi Thailand, Bow dan Jeje di minggu terakhir mereka. Hari ini, aku menemani mahasiswi-mahasiswi Singapura, Dalila, Marrina, dan Mbak Yo di awal kedatangan mereka. Ditraktir gratis, diizinin absen telat dari kelas. Ya Allah… sungguh nikmat hari ini. NIkmatMu ini masyaAllaah…. :’)

And I am still sure, I am going abroad when I am in the 4th and 6th semester! Amiin.

Advertisements