Ini minggu-minggu UTS. Sebagai mahasiswa semester 3, maka aku wajib mengambil mata kuliah linguistik (resiko anak sastra). Linguistik itu ilmu tentang bagaimana struktur bahasa; lebih ekstrim lagi belajar per huruf plus morfologi, sintagmatis, fonetik, dan segalanya itu ya. Haiisss….

Sebagai bahan UTS, kami (aku dan fitri dan mas Dimas yang udah lulus) sekarang lagi tutorial perkara letak masing-masing huruf. Mulai dari bilabial,labiodental, interdental, alveolar, palatals, velar, dan uvular; belajarnya sama kaya belajar makhorijul huruf pas tajwid di TPA dulu. Bibir monyong-monyong, mendesis, bergetar, berusaha memastikan letak posisi huruf di dalam mulut. Menurutku ini lebih ekstrim daripada yang belajar tahsin.

Padahal, dulu waktu belajar tajwid nggak sesusah ini. Kenapa sekarang jadi telmi banget mikir beginian. Istighfar dulu… Astaghfirullah… tapi, beginilah nasib anak semseter 3. Ini juga membuktikan, bahwa kuliah nggak cuma nongkrong di mall, happy-happy karaokean atau nonton konser bareng pacar, bahkan cuma sebentar di kampus langsung pulang. Yah, dicari hikmahnya saja. Kan, hikmah adalah harta orang beriman yang perlu ditemukan. Ya toh :>

Dasar anak cultural studies, apa-apa mesti terkait sama peristiwa budaya yang direkonstruksi masyarakat kita. Tetep syemangat belajar linguistiknya! Toh, nanti pas literatur, juga sedikit nyinggung masalah semiotik (ilmu tentang tanda) atau psikolinguistik atau sosiolinguistik.

Oh iya, bagi temen-temen yang pingin belajar linguistik meskipun nggak masuk sastra, buka aja situsnya salah satu dosenku yang sudah go international ini –> kwary.net. Di situ bakal ada harta karun berupa ilmu-ilmu linguistik yang asyik banget.

Advertisements