Setahun lalu, aku masih menjadi maba yang cupu (tapi tetap stay cool dan pendiam). Tahun ini, aku menjadi Sie Perizinan. Bedanya, dulu peserta, sekarang panitia. Tapi, masih sama-sama dikader.

Tentang Sie Perizinan

Perizinan GN ini diketuai oleh seorang super woman reporter dan para cewek cantik dengan berbagai keunikan sifatnya.

Nih kenalin; Sie Perizinan.

Laurencia Agnes (presenter JTV)
Nida Nabilah (dancer)
Almas Rizkika (sleeper & joker)
Karina (singer)
Irma (singer)
Annisa Rochma (aku: lecturer)
Qonita (princess hijaber)
Dea Sisca (student)

Secara global, (kami kira) tugas perizinan adalah ngurus izin tempat, izin properti, dan izin manusia. Jadilah aku dan teman-teman seperizinan pada bolak-balik ngurus izin tempat parkir, ruang rapat, Kolat, sampai ngurus perdosenan dan persenioran yang bakalan jadi tamu spesial di setiap GN.

Entah kenapa, briefing tanpa detail yang absurd akhirnya membuat kerja kami absurd. Pas hari H, ternyata kami jadi Sie Perizinan (yang harus mondar-mandir ngurus Pak Da’i plus personel dan properti di Kolat), Sie Humas (jadi call center nya para senior), Sie LO Senior dan Dosen (melayani dengan sepenuh hati para senior dan dosen), sampai Sie Keamanan Sekunder (jaga senior, ngajak cangkruk, dan jaga kartu identitas senior).

Tentang Para OC

Kondisi Kolat Koarmatim yang begitu panas dan medan yang cukup gila membuat seluruh panitia stres dan sering mengalami jam geblek. Normalnya, kami biasa chat di grup Line dengan istilah-istilah seperti nggegeks, kebogogs, kesloboks, keblowoks, atau istilah planet lainnya. Tapi, gara-gara kami semua nggak HP-an, berpindahlah ke HT. Cuma ganti media saja; tapi guyonan kami juga tetep dengan istilah itu. Hadeh. 2013 iki yoo. Hahaha.

“Perijinan, perijinan; ada senior mau keluar.”
“Siap 86”
“Konsumsiiiii, akuu lapeer, kirim makanan doong…”
“Hee, eeh, panitia… panitia dikumpulkan di.. di… ruang Mo… Mo… Mo… apa itu… mboh lah”
“Mock up ta?” (kami mulai lelah dengan semuanya)
“Tolong didengarkan ya Rek, Giska perutnya sakit…”
“Persembahan spesial buat Sie Keamanan dari Sie Acara. Sakitnya tuh di sini, di dalam hatiku. Pegelnya ku di sini, di alas kakiku…”

Ada rasa sayang yang membuncah, tumbuh dalam hati masing-masing dari kami; terutama pada teman satu sie. Ada rasa cinta yang tiba-tiba tumbuh dari hati; tulus.
Ada perasaan peduli dan bersatu antar panitia GN; atas nama Sasing (tapi, buat urusan akademik, aku pingin tetep lulus 3,5 tahun. Hehe, maaf ya teman-teman).

GN itu together as one
GN itu grumbling for a glory
GN itu leave no brother behind
but let our tears out

Gathering Night; sebuah memoar yang Zzzeeet bingits. Segala kekurangan yang kami alami bersama, tak akan pernah lengkap tanpa kami ada untuk saling menautkan tangan dan hati kami bersama.

Here we are, together as one… side by side grumbling for a glory
Leave no brother behind and left no tears…. we are EDSA for eternally
Rise and rise standing for our dreams… live our lives and never giving up
With our pride of one soul, one vision, and one hope… we are EDSA live for victory
EDSA… EDSA… home for the great home for the brave

EDSA… EDSA… it is a place to call a home
Up and down, we’ve been through it all…
Makes us stronger than ever before
Never stop to believe and share everything
We are EDSA, we are family

Advertisements