Apa sebenarnya yang dilakukan oleh media hari ini?

Seperti yang ada di berita ini yang justru menimbulkan krisis Islamofobia yang semakin marak. Freedom of Speech seperti apa yang menyudutkan agama tertentu -meskipun itu merupakan klaim atau kritik sosial- dan menghina utusan suci dari agama tersebut? Jika memang di dunia Barat makna ini dipersempit; dan antara hidup beragama dan bernegara dipisahkan; lantas kenapa kritik agama dibawa-bawa ke dalam ruang publik? Bukankah agama adalah urusan masing-masing personal? Charlie Hebdo, sebagai majalah satir profesional, seharusnya tahu batasan-batasan apa yang perlu dibuat atas urusan personal ini. 

Di sisi lain; insiden penembakan akibat kartunisasi juga merupakan sasaran yang empuk bagi sekutu media Barat lainnya untuk membumikan isu anti-Islam (ghazwul fikr). Bahwa kemudian, Islam diidentikkan dengan teroris. Padahal belum tentu pelakunya seorang Muslim yang taat. Padahal yang salah bukan ajaran Islamnya; tapi pemikiran aneh para teroris itu. Framing kuno, tapi tetap efektif untuk menghancurkan umat Islam.

Sebagai seorang Muslim, tentu saja marah atas kartun yang melecehkan utusan Allah; tapi reaksi radikal belum tentu efektif untuk melawan media. Pun, sikap radikal justru akan memicu kerusakan di bumi dan nggak mencerminkan bahwa Islam itu rahmatan lil’ alamiin. Jadi teringat sikap Rasulullah ketika beliau berdakwah di Thaif; ketika masyarakat Thaif menolak dan mengusir beliau, hingga Jibril memohon agar gunung-gunung di Thaif ditimpakan kepada mereka. Jawabannya, Rasulullah hanya berdoa agar keturunan masyarakat Thaif diberikan hidayah oleh Allah. 

Tak bisakah kita meniru manusia yang paling kita cintai itu untuk melawan banyak teror yang terjadi di era modern ini? Tak bisakah kita menahan serangan radikal yang hanya boleh dilakukan dengan persyaratan jika musuh menyerang dan mengusir kita dari kampung halaman kita? Banyak PR kita; untuk terus memohon ilmu dan petunjuk padaNya agar tak gegabah, untuk terus menjalin persaudaraan, untuk terus menjalin kekuatan. Melawan kemunkaran itu perlu, dengan segala hal yang kita punya; tetapi ketika kemungkaran itu sudah terlalu merajalela, maka Allah hanya menyuruh kita menunggu. Biarkan Allah yang menghimpun doa dan usaha yang kita lakukan. Biarkan Allah yang membalas perbuatan mereka. 

Sumber lainnya:
https://firstlook.org/theintercept/2015/01/09/solidarity-charlie-hebdo-cartoons/

Advertisements