Masa liburan yang begitu lama membuatku cukup galau. Ada sesuatu yang selama ini nggak pernah tersentuh ketika kuliah dan segala lika-likunya menyapa: dapur! Kalo lagi sibuk-sibuknya kuliah, cucian dan beberes rumah bisa kulakukan. Nah, urusan dapur? Wah, segala keribetan sudah membayangi dan akhirnya aku selalu kalah dengan pikiran ribet ini. Merasa sudah punya penghasilan sendiri, nggak pake lama, beli sana beli sini. *hedon*. Apalagi sejak the genk Konspirasi Taberu sering kumpul bicara proyek MuslimWAY (dan proyek hati); bahkan sebulan bisa nonton 2 x plus makan di luar lebih dari 10 x. Coba kalikan sendiri kalau tiap kali nongkrong meeting habisnya 40.000-50.000. Wew! Surabaya masih metropolitan, Bung! Yah, mending dipakai yang lain lah ya… uangnya. Ditabung, buat persiapan nikah dan beli rumah. 😀

Ada satu lagi, tahun ini aku akan menginjak usia 20 tahun… which means… people say, I’m reaching the door of adultery and marriage. MashaAllah ya…. perasaan baru kemarin aku di-Perisai sama Mbak-Mas Smala; lah kok tahun ini udah mau kepala 2 aja. Hihihihi. Yaa… sudah saatnyalah dikurangi main-mainnya; rencanakan kehidupan mau seperti apa; kuasai keterampilan dasar ibu rumah tangga; belajar sabar dan syukur; belajar manajemen diri dan keluarga; dan yang paling penting belajar masak! Yak, materi-materi komunitas To Be Wonderful Wife sudah melekat di kepala. Yak, ini jadi ke mana-mana; padahal intinya adalah bagaimana aku bisa termotivasi belajar memasak sedini mungkin.

Maka, suatu siang, aku pun berkreasi dengan nasi goreng spesial; plus bikin camilan pisang keju cokelat. Yum-yum! *maaf, fotonya gabisa diupload di sini. Serta beberapa hari ini jadi tukang masak untuk orang-orang di rumah. Starts small and grows bigger 🙂 It’s really amazing time to be a chef for a while. 

Tapi, ada yang lebih penting lagi kenapa aku harus bisa memasak. Waktu itu ada salah seorang teman di Facebook yang posting soal meraih surga dari dapur. Beliau sedang ikut suaminya kuliah di UK (mashaAllah… ini negara impiankuuh. Semoga bisa menyusul). Nah, hadits-hadits pilihan inilah yang menjadi motivasi terbesar beliau untuk menjadi ibu yang berkualitas dalam menyediakan nutrisi bagi keluarganya. 

Rasulullah bersabda,

“Makanan yang disediakan oleh istri kepada suaminya adalah lebih baik dari istri itu mengerjakan haji dan umrah.
(HR. Anas bin Malik)

Rasulullah bersabda,

“Sekali suami minum air yang disediakan oleh istrinya adalah lebih baik dari (sang istri) berpuasa setahun.”

Rasulullah bersabda,

“Saat istri menyiapkan makan pagi dan malam, maka pahala mengalir melalui jari-jemarinya.”

Rasulullah bersabda,

“Bila seorang wanita mulai menyiapkan makanan dan memasak dengan mengucapkan Bismillah, maka Allah SWT akan memberikan berkah pada nafkah mereka di dalam rumah tersebut.”

Di postingan tersebut, beliau juga menambahkan; jika dalam setiap masakan yang dimasaknya, selalu ada dzikir dan doa agar makanannya diberkahi Allah sehingga menjadi sumber energi yang positif bagi mereka. Nah, begitulah seharusnya, bukan? Ya, aku belajar menjadi seorang yang akan menyiapkan nutrisi terbaik untuk keluargaku. 

Advertisements