Akibat keranjingan makan sup di Kedai Taberu; aku pun penasaran dan langsung searching how to cook a yummy cream soup. Uti tiba-tiba turun gunung membantuku masak sup yang nggak pernah dikonsumsi oleh orang serumah ini (so, this is the first time when my family consume that cream soup). Maklum, orang-orang rumah masih cinta dengan sup tradisional warisan alm. mbah buyutku (baca: sup buncis-wortel bening). 

Berbekal mantra sakti dari website sajiansedap.com; aku pun belanja bahan-bahan yang diperlukan sekaligus nonton the Imitation Game di Tunjungan Plaza Surabaya; XXI lagi, hari Jumat lagi. Can you imagine that I need to shop at mall? Man, how expensive this soup is!

Bahan-bahan:

Ayam (bagian dada) 300 gr

Bawang bombay 1 buah

Jamur shitake 200 gr (tapi aku belinya jamur kuping)

Tepung terigu atau maizena 3 sendok makan

Jagung manis kalengan 250 gr

Garam secukupnya

Bumbu instan chicken cream soup

Kaldu ayam (bisa dari air rebusan ayam)

Air 1000 mL
Mentega untuk menumis
Peterseli untuk garnish

Langkah memasak:

1. Bersihkan ayam. Ambil dagingnya, kemudian rebus dengan air sebanyak 1000 mL. Tunggu sampai ayamnya empuk. Kemudian, tiriskan dan tunggu hingga dingin. Setelahnya, potong dadu.

2. Cuci jamurnya, potong-potong menjadi agak kecil.

3. Potong bawang bombay; setengahnya cukup. Iris kecil. Lalu panaskan mentega untuk menumis bawang bombay sampai harum.

4. Masukkan jamur shitake. Tumis sebentar. Masukkan air kaldu sedikit-sedikit. 

5. Campurkan tepung maizena dengan air, duk rata agar tidak ada butiran-butiran halus. Setelah itu, masukkan ke dalam campuran jamur. Aduk hingga agak mengental.

6. Masukkan ayam yang sudah dipotong dadu, masukkan pula jagung manisnya. Terus aduk agar tidak menggumpal.

7. Tambahkan bumbu instan cream soup dan garam. Tunggu sampai ada sedikit letupan. Cicipi rasanya. 

8. Iris peterseli, dan taburkan ke mangkok saji.

9. Siap disajikan.

Nah, di situs yang disebutkan; nggak ada keterangannya kalau terigu/maizena harus dicampur dengan air dulu. Uti sudah tanya soal itu. Tapi karena aku keukeuh dengan petunjuk resep; jadilah kemarin, aku pun langsung memasukkannya ke wajan dan baam! Terigunya nyangkut semua di jamur. Aaarggh… *sakitnya tuh di sini. Astaghfirullah…. almost desperate deh rasanya. Ini masakan bisa dimakan nggak ya… -_-

Syukurlah, Uti punya ide buat nyaring supnya dan jamurnya jadi selamet. Alhamdulillah, terselamatkanlah supku. Ha ha ha. Yak… lega begitu tau supnya sudah jadi. Akhirnya di Minggu pagi yang cerah tanggal 1 Februari kemarin; kami sekeluarga pun makan chicken and mushroom cream soup dengan riang gembira. 

Nikmat TuhanMu yang manakah yang kau dustakan?

Advertisements