image

Inilah kali pertama aku menghadiri acara pameran pendidikan dari home schooling students. Selama dua hari, 23-24 Mei ini, IC School menggelar event yang mempertemukan para siswa dan orang tua sekaligus masyarakat umum dalam pameran pendidikan bertajuk KREATIF SELAMANYA.

Akhir April lalu, aku bertemu dengan ibu Ita Guntari di salah satu kopdar bulanan GPS. Beliau adalah kepala sekolah IC School; sekolah yang mengedepankan kecerdasan majemuk para muridnya. Itu lho, konsep kecerdasan majemuk dari Howard Gardner yang menunjukkan 9 potensi manusia di tiap bidangnya. Nah, aku curhat masalah penelitianku yang berhubungan dengan topik itu. Jadi, Bu Ita pun menjelaskan panjang lebar soal implementasi total teori kecerdasan majemuk di IC School dan terakhir, beliau menambahkan bahwa akan ada pameran pendidikan dari Asah Pena Surabaya. It must be very interesting one. 🙂

Voila!

This is it, Kreatif Selamanya!

image
Gelas susun Sparkling Surabaya
image
Motif Korek Api

image

image

Dan yang lebih menakjubkan lagi….

image
Suramadu dari Kertas Semen

Karya terakhir adalah dari olahan kertas semen. Keren kaan…

Ini adalah bukti konkrit bahwa anak-anak home schooling tidak bisa diremehkan. Mereka sama saja seperti anak-anak yang menempuh pendidikan formal di berbagai sekolah di seluruh negeri ini. Mereka berkarya, berprestasi, dan punya masa depan yang cerah.

Well, contoh lainnya adalah keluarga Gen Halilintar. Keluarga dengan kesebelasannya (jumlah putra dan putri) ini melakukan home schooling pada hampir seluruh anak-anaknya. Tapi kerennya, ketika dewasa, mereka diterima di berbagai perguruan tinggi bonafid di penjuru dunia, bukan dengan jalur pendidikam formal.

Duh, sepertinya aku juga akan merencanakan home schooling sama suamiku. Hihi. Kuncinya, sederhana sebenarnya. Menurut penuturan ibunda dari Hanun (11 tahun), orang tua harus bisa memanajemen pendidikan anak-anaknya dan mendampingi mereka dengan kurikulum yang terarah dan yang mampu mengembangkan potensi pada diri mereka.

Pengembangan potensi tiap pribadi adalah keuntungan home schooling yang sangat kurang aksesnya di lembaga pendidikan formal. Pun, orang tua juga lebih mudah menjaga keutuhan keluarga dan rumah tangga. Metode ini layak untuk dijadikan alternatif pendidikan yang menjaga generasi ke depan dari pengaruh buruk lingkungan.

O iya, Kak Seto Mulyadi juga datang lho di acara ini. Seperti biasa, Kak Seto menghimbamu para orang tua agar fokus pada pengembangan pribadi anaknya, bukan pada kekurangan mereka; karena justru kunci sukses itu ada pada potensi unik mereka. Great advice, Kak Seto. Thank you very much..

image

Pukul 3 lewat 15 menit, aku pun pamit pada Ibu Ita sekaligus berterima kasih pada beliau atas terselenggaranya acara ini.
Semoga IC School istiqomah ya dan tambah sukses buat acara ke depannya.

Advertisements