Menyambung post sebelumnya, alasan untuk setiap jalan hidup yang kita pilih, kita lakukan.
Setiap orang digariskan untuk berjalan di jalur-jalur tertentu untuk mendampingi orang-orang yang digariskan bersamanya.

Aku hanya berusaha jujur, pada diri yang kadang terlalu banyak berharap dan menaruh simpati. Lebih menakutkan lagi jika hingga melampaui batasannya.

Aku berbicara untuk menasihati diri, menasihatimu juga yang masih ragu. Bahwa kita tercipta untuk orang-orang yang sanggup menjadi alasan kita ada di dunia ini. Masa depan memang selalu misterius, tetapi selalu menggoda untuk terus dibicarakan. Terlebih soal dengan siapa kita akan menghabiskan waktu bersama.

Pasti ada alasan, kenapa kita menjalani aktivitas kita sekarang,
Pasti ada alasan kenapa Allah mempertemukan dengan orang-orang yang salah sebelum kita bertemu orang yang tepat,
Pasti ada alasan, kenapa kita diberikan ujian yang bgitu rupa,

Itu karena kita dirancang untuk menjadi sesuai dengan orang yang akan mendampingi dan kita dampingi kelak. Sekali lagi, orang yang baik akan mendapatkan orang yang baik.

Itu karena kita ditakdirkan untuk menjadi sepadan dengan orang yang tepat. Agar saling membantu dalam kesulitan, saling mengisi dalam kebersamaan, saling bebagi dalam kekurangan, saling melengkapi dalam ketidaksempurnaan.

Jika itu yang terjadi, seharusnya kita cukup tenang soal seperti apa orang yang akan mendampingi kita. Karena namanya, sampai kapanpun akan tetap, hanya saja jika kita ingin mengubah sifatnya, jadilah orang yang berbeda. Maka dia, insyaAllah dengan sendirinya akan menyesuaikan diri menjadi orang yang sebelas duabelas dengan kita.

Maka, tenanglah wahai hati. Tetaplah berjalan lurus, di atas agamaNya, nantikan dia dengan tenang dan semoga Allah meliputimu dengan taat, kesabaran, kesyukuran, dan keberkahan. Yang berujung pada sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Amiin, insyaAllah.

Advertisements