Nemu postingan ini di Line.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Ayah,
Daughter’s first love
Son’s first hero.

Ayah,
Yang selalu ingin anak-anaknya kuat menghadapi tantangan zaman dengan caranya sendiri,
Yang kadang membuat kita sedih, marah, benci, gusar, atau bahkan kelelahan.
Yang kadang membuat kita bertanya
“Kenapa aku harus seperti ini dan itu?”
Yang biasanya hanya dijawab dengan alasan-alasan normatif
Bahkan tidak dikatakannya
Entah tak tega atau dia ingin kita mencari sendiri jawabannya.
Karena baginya, pencarian dan penemuan pribadi adalah inti dari pelajaran itu sendiri.

Ayah,
Yang kadang membiarkan kita bersusah,
Tapi di baliknya selalu menitipkan doa,
Saat mata kita terpejam,
Saat kita kelelahan lalu ketiduran di sofa depan dan kemudian diangkatnya ke kamar,
Saat kita terlalu jenuh belajar,
Saat kita larut bekerja,
Dia hanya ingin menitip pesan,
Bahwa hidup hanya bisa diraih melalui perjuangan,
Di samping kesetiaan, cinta, dan kesabaran.

Ayahku,
Yang jarang memelukku,
Yang jarang menanyakan hidupku,
Tapi dia selalu tahu apa yang aku butuhkan
Tapi dia selalu mendukung cita-cita tergila ku
Tapi dia selalu tahu apa yang aku tidak yakin terhadapnya.

Aku tahu
Ayah hanya ingin aku menjadi sosok ibu yang kuat di masa depan
Ayah hanya ingin aku menjadi sosok wanita bermartabat
Ayah hanya ingin aku menjadi sosok muslimah yang taat
Ayah hanya ingin aku menjadi sosok istri shalihah
Tapi Ayah hanya meminta hal-hal sederhana sebagai balasannya
Berbuat baiklah kepada siapapun,
Dan doakan kami, ayah dan ibumu.

Ah, Ayah.
Terlalu banyak hal yang tak bisa kukatakan di sini.
Tapi doaku dan baktiku tak akan berhenti mengiringi.

Advertisements