Instagram media annisa3081 - Allah always has a plan to make us as a better person. Perceive more, listen more, be positive. Meeting these people from Marine and Aquaculture Faculty and Law Faculty in Mawapres Selection batch Unair brought me into such a positive circumstances. Though we are yet to be the ideal students but with this kind of "title" as Mawapres, we try to contribute and give more to the society. #college #unair #achievement #scholars #figure

Kalo boleh memutar waktu, di semester-semester awal kuliah aku masih senang dan berhasrat menulis soal cita-cita paling mulia yang mungkin dicapai oleh seorang mahasiswa versiku: menjadi Mahasiswa Berprestasi.

Alasanku sederhana sih; aku pingin berdakwah melalui jalur akademis. Dan supaya lebih afdhal, dakwah yang paling baik memang melalui teladan. Dengan jadi Mawapres, paling tidak aku berusaha menjadi teladan yang baik. Jujur, bukan berarti aku ingin merasa seperti sok-sok an atau apa. Tetapi, menjadi Mawapres berarti kau punya beban moral yang lebih dari mahasiswa lain yang dituntut untuk mempertahankan prestasi dan kontribusi di masyarakat.

Mawapres itu amanah; sama seperti menjadi ketua organisasi apapun di kampus. Menjadi sorotan, menjadi rujukan, menjadi panutan, dan menjadi public figure. Tetapi, apakah mudah? Tentu saja banyak tantangannya. Apakah tidak lelah? Tentu saja aku sering terengah-engah di tengah perjalanan. Tetapi justru dengan begini, aku merasa Allah sangat sayang padaku.

Allah menjaga track ku agar aku terus melakukan hal-hal positif di lingkungan orang-orang positif pula. Entah, aku tidak tahu apa yang Allah rencanakan di masa depan; tetapi dengan amanah ini, aku berusaha sebaik mungkin menjalankan apa yang bisa kulakukan.

Lucu, karena dosenku lah yang ‘memaksaku’ menjadi kandidat Mawapres fakultas di tengah gempuran tugas, ujian tengah semester, dan amanahku yang lain di kepanitiaan HIMA yang cukup menguras tenaga dan pikiran juga. Meskipun terseok-seok, saat itu aku cuma berniat menjalankan kepercayaan dari dosenku dengan sebaik-baiknya yang bisa kulakukan. Itu saja, perkara menang atau tidak; itu urusan belakang.

Dan Allah memenangkanku.

Maka, Dia ingin aku berjuang lebih keras lagi, pelan-pelan menggeser batas diri. Aku pun mengikuti seleksi tingkat Universitas; bertemu kembali dengan orang-orang positif dari berbagai fakultas. Bersyukur ketemu mereka, setidaknya bisa men-charge kembali semangat yang telah meredup. Bersyukur.

Maka, jika langkah ini tetap melaju, moga Allah izinkan aku berkontribusi lebih banyak untuk umatNya. Dan jika langkah ini terhenti, moga Allah izinkan aku teguh di atas agamaNya.

Advertisements