Sepertinya sejak semester 5, banyak yang kecanduan sindrom pingin nikah karena nggak tahan sama tugas nulis paper ini. Well, sebenernya dibilang gampang ya nggak juga, susah ya nggak segitunya kok. Oke, jadi langsung aja lah daripada berpanjang lebar.

1. Tentukan objek yang mau diteliti. Yup, tanya dirimu sendiri, kamu pingin neliti objek apa? Kamu tertarik sama apa? *asal jangan tertarik sama hatinya dulu ya #eh. Kalo nggak tau kamu tertarik sama objek apa, coba deh baca dan pahami kondisi sekitar. Kira-kira ada problem apa di sekitarmu? Bisakah kamu membantu menganalisis problemnya sesuai dengan bidang kuliahmu saat ini? Nah kalau sudah dapat objek, pertimbangkan apakah objekmu cukup layak dan memberikan manfaat ke masyarakat? Sepenting apa seh objek penelitianmu itu untuk diteliti? Terkenalkah daripada objek lain yang sejenis, atau kontroversialkah, atau unikkah di masyarakat, atau barukah objekmu? Kalau sudah nemu alasannya dan bagus, oke kamu bisa lanjut. Kalau belum, cari objek yang cukup signifikan untuk diteliti.

2. Tentukan tujuan penelitianmu. Well, buat apa kamu melakukan penelitian kalau nggak ada manfaatnya? Jadi, tentukan niat dan tujuan yang lurus dulu. Kalau kamu belum mantap di sini, jangan diteruskan. Cari tujuan yang bener-bener bisa bikin kamu move on untuk ngerjain penelitian. Hey, you have to be strong enough to move, right?

3. Tentukan rumusan masalah yang akan kamu jawab di penelitianmu. Ini akan lebih mudah karena kamu sudah punya objek yang jelas dan tujuan yang ingin kamu capai. Kalau bingung sama rumusan masalahnya, bisa tanya-tanya temen yang bisa.

4. Tentukan teori dan metode yang cocok dan terkait dengan objek penelitian. Di sini kamu bisa konsultasi sama dosen atau senior. Tapi sebelum konsultasi, kamu harus buat draft yang berisi kerangka penelitian. Jangan berkunjung ke dosen atau senior dengan pikiran kosong. Jangan pernah. Atau, kalau mau dicoba ya, silakan. Soalnya pengalamanku gak enak. Tapi begini, kan kita konsultasi tentang pekerjaan kita, lah kalo kita datang dengan pikiran kosong, berarti yang dikonsultasikan nggak ada dong, berarti yang ngerjain ya yang kamu datengi untuk konsultasi, lah enak banget. Kerjaan siapa yang ngerjakan siapa. Jangan begini, ya. Jadilah mahasiswa yang baik. ^-^

5. Setelah semuanya oke dan nggak ada perubahan dari kerangka penelitian, baru deh kamu jalani itu penelitian dengan sebaik-baiknya dan sesuai prosedur. Lakukan analisis kritis berdasarkan hasil yang kamu temukan. Cari sumber lteratur yang valid, misalnya dari jurnal terbaru atau buku.

6. Tulis papermu! Ya, tahap terakhir adalah menulis hasil penelitianmu. Well, ada baiknya bagian latar belakang sudah ditulis sejak awal jadi nggak ngerjain semua bagian di akhir yang berpotensi memberatkan. Sebelum diserahkan untuk dinilai atau dipresentasikan, lakukan editing supaya nggak ada kesalahan tulis atau konten.

7. Yeay! Kamu berhasil membuat satu paper!  Congratulation!

Gampang kan, hanya 7 langkah untuk menulis paper. Nggak lebih dari jumlah surat Al-Fatihah kok. Kalau sudah terbiasa menulis dan latihan, nggak akan susah. So, tetap junjung tinggi etika akademisi dengan menghindari plagiat ya!

Best wishes.

Advertisements