Yang sudah nonton Kingsman pasti sudah tau banget sama quote yang jadi judul di atas. Ya, manner maketh man. Kalo di Kingsman, “man” diartikan sebagai gentleman, atau secara literal artinya “pria sejati”; mungkin karena konteks filmnya yang cowok banget.
Tapi, di kehidupan nyata, aku memilih mengartikan man sebagai manusia, human.

Kenapa? Sebelumnya baca artikel dari Google ini dulu:

image

Betul! Google menghindari merekrut lulusan terbaik dengan IQ tertinggi karena mereka yang jenius, biasanya punya masalah dengan kerendahan hati intelektual. Dalam artian, mannernya kurang. Mereka yang jenius biasanya memang agak sulit untuk menerima ide yang lebih baik dari orang lain dan menganggap jika segala kesuksesan datang dari kejeniusannya; sulit untuk mengakui bahwa padahal ada kontribusi orang lain di dalamnya. Atau bahkan yang lebih buruk, merendahkan orang lain demi mengagungkan dirinya sendiri. Well, mungkin tidak semua orang jenius begitu, tapi beberapa di antara mereka begitu.

Contohnya, ya… kemaren setelah cerita-cerita  bareng Tante Vila sama Mas Deka, aku baru tau bukti nyatanya.

“Baru kali ini aku nyesel banget ketemu sama orang pinter (secara akademis). Kalo dilihat dari jauh, dia memang ‘wah’ banget, udah cakep, kaya, prestasinya mendunia, menang project di luar negeri juga. Tapi kalo dari deket, semakin kamu tau dia, nggak banget deh anak itu.” Cerita Tante.

“Lho kenapa, Te?”

“Bener sih, dia awalnya baik banget sama kita, ramah, dll gitu. Cuma, setelah dia mencapai targetnya, caranya itu yang aku gak suka. Intinya manner nya kurang baik dan menganggap orang lain di bawahnya dia.” (Sebentar, aku sengaja gak sebut nama)

“Percuma pinter tapi kalo kaya gitu. Buat apa kamu pinter tapi nggak down to earth ke masyarakat terus pintermu gak bisa bermanfaat untuk orang lain…”

Hm… ya, ya. Kalo sudah dikembalikan pada aspek utilitas atau kebermanfaatan diri seseorang, aku setuju sekali. Karena ketika kita bersosialisasi di masyarakat, intelektual memang mendukung, tapi manner tetap jadi yang paling utama. Karena orang akan melihat bagaimana kita mengkomunikasikan ide kita daripada ide kita sendiri. Meskipun ada pepatah yang menekankan, “lihatlah apa yang dibicarakan, bukan orang yang menyampaikan.” Quote ini juga benar, tapi masyarakat sudah kadung cenderung melihat bagaimana kita menyampaikan ide-ide kita kepada mereka; dan itu artinya, mereka akan melihat manner and integrity kita.

Tapi, biasanya sih yang dikembangin orang-orang yang gak berhasil masuk di perusahaan akan terus maju dengan bilang, “Jadi entrepreneur aja lah. Jadi bos buat perusahaan sendiri.” Hei… kamu bangun bisnis dan perusahaan juga butuh bantuan orang lain, perlu komunikasi orang lain, kamu gak akan pernah bisa sendirian untuk bahkan untuk mewujudkan mimpi-mimpimu. Jadi ya, balik lagi. Memenangkan hati orang lain melalui komunikasi dan empati (lagi-lagi manner) yang tulus itu penting.

Jelas jika Google nggak mau merekrut orang yang ber-IQ tinggi tapi miskin manner. Bukan hanya Google, bahkan mungkin orang-orang di seluruh dunia pun nggak mau berteman dengannya.

Advertisements