Nihon ni, YOKOSO!

DSC02139.JPG
Di Okayama Castle

Alhamdulillah, dapet rejeki dari Allah buat ngunjungi Jepun tahun ini. Aaa… this is the best birthday present for me… It happens in my 21st! Banyak yang tanya, ini program apa, caranya gimana, dan lain-lain; jadi aku jawab di sini.

So, sebenarnya program apa yang aku ikuti?
A: Nama programnya adalah Study and Visit Japan 2016: Japan’s Post-War and Modernisation Era. Berlatar belakang dari ide Profesor Ogawa dari Okayama University untuk memperkenalkan Jepang lebih jauh ke masyarakat ASEAN, sang profesor pun memutuskan mengajukan proposal ke JASSO dan ASEAN University Network. Setelah disetujui oleh JASSO dan AUN, mereka mengadakan seleksi khusus dengan mengirimkan undangan ke seluruh universitas di 9 negara yang sudah menjalin kerjasama dengan AUN. Di Indonesia, ada 4 universitas yang diundang: Unair, UGM, UI, dan ITB. Para universitas ini harus mengirimkan 3 delegasi terbaiknya untuk diikutkan seleksi tingkat ASEAN. Kemudian pihak AUN dan Okayama University akan memilih mahasiswa dengan kualifikasi khusus untuk diundang belajar singkat di Jepang.

DSC01985.JPG
Bersama Prof. Ogawa Hideki

Di mana aku menemukan program semacam ini?
A: Aku mengecek secara rutin kiriman dari akun resmi Line IOP Unair. Nah, begitu tahu ada program ini dan setelah membaca lengkap deskripsinya, akupun langsung mendaftarkan dan mempersiapkan diri. Membaca informasi dengan teliti dan detail sejak awal itu sangat penting; karena dengan begitu kita akan bisa mengukur kemampuan diri, mengatur jadwal, dan menentukan rencana ke depan. Juga, jangan malas-malas membuka situs yang menyediakan informasi beasiswa dan program pertukaran pelajar atau studi di luar negeri. Kamu perlu aktif untuk mencari.

DSC01922.JPG
Indonesia itu….

Syarat untuk bisa berpartisipasi di program ini ada apa saja?
A: Paspor, TOEFL ITP/iBT yang layak (di atas 500), tes kesehatan lengkap, surat pernyataan orang tua, transkrip berbahasa inggris, IPK di atas 3, CV, esai akademik, dan surat rekomendasi. Pastikan semuanya sudah tersiapkan jauh-jauh hari, terutama tes kesehatan yang perlu dilakukan di Lab yang ternyata membutuhkan waktu seminggu-dua minggu. Semua dokumen aplikasi tersebut dikirim via online kok, bahkan pengumumannya juga via online. Jadi tak perlu bingung mengirim lewat pos lagi. Plus, siapkan finansial untuk berjaga-jaga ketika terpilih dan berangkat.

DSC02426
Di depan Kantor Pemerintahan Hiroshima yang hancur karena bom atom

Bagaimana beasiswa yang ditawarkan?
A: Dari JASSO sendiri, setiap mahasiswa diberi beasiswa sebanyak 80.000 yen yang digunakan untuk akomodasi dan biaya program. Okayama University juga membebaskan mahasiswa untuk round trip ticket selama di Jepang; tapi jujur aku kurang tahu berapa biaya yang sudah dikeluarkan oleh Okayama University. Jadi, peserta hanya diminta untuk membayar tiket pesawat mereka sendiri. Untuk kasusku, aku mengajukan dana ke Unair dan akhirnya dibiayailah tiket pesawatku. I was fully covered then. Cuma kalau pengeluaran pribadi (seperti beli perlengkapan musim dingin, jajan, dll) aku tetap harus membeli sendiri; meskipun besarannya tidak melebihi kemampuan finansial keluarga.

Program ini berlangsung berapa hari?
A: Hanya selama 8 hari sebenarnya; tetapi jika dihitung dari kedatangan hingga kepulangan, membutuhkan waktu total 9 hari. Tanggal 13, para peserta sudah berkumpul di Jepang. Tanggal 21, kami bersiap pulang ke negara masing-masing.

DSC02064.JPG
Sakura!

Berapa orang yang diundang dari seluruh ASEAN?
A: Total semuanya ada 33 mahasiswa dari 8 negara. Hanya Brunei Darussalam dan Myanmar yang tidak berpartisipasi di program ini. Indonesia sendiri diwakili oleh 3 orang; 2 dari UGM, 1 dari Unair.

Apa yang dilakukan selama di sana?
A: Program ini terdiri atas 3 sesi utama; lecture series, trip, dan presentation. Dua hari pertama adalah sesi perkuliahan tentang pengenalan Jepang, sejarah Jepang zaman Edo dan Meiji, sejarah politik Jepang ketika Perang Dunia 1 dan 2, dan modernisasi di Jepang. Tiga hari berikutnya adalah nge-trip ke 9 kota di Jepang bagian selatan. Kami keliling dari Kyoto, Okayama, Kure, Miyajima Island, Ohtsushima Island, Shimonoseki, Hagi, Hiroshima, dan Kurashiki. Kami mengunjungi berbagai museum, kuil Shinto, terowongan bawah air, dan banyak situs sejarah Jepang yang sulit ditemui di buku teks. Seharian berikutnya, kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan presentasi tentang “Apa yang paling menarik untukmu di Jepang?” Pertanyaan ini sangat sederhana; tetapi untuk menjawabnya dibutuhkan penjelasan panjang lebar yang cukup merepresentasikan Jepang dari sudut pandang kami. Selain itu, ketika sesi perkenalan negara, kami diminta untuk menjelaskan sedikit sejarah dan konstitusi masing-masing.

DSC02646.JPG
Human Torpedo: Kaiten Museum, Ohtsushima Island

Apakah program ini akan berlanjut setiap tahun?
A: Prof. Ogawa akan pindah ke Chiba University; tetapi sepertinya Okayama University akan melanjutkan program ini dengan format yang kurang lebih sama. Atau bisa juga Prof. Ogawa mengusulkan Chiba University untuk mengadakan program serupa tahun depan.

DSC02882.JPG
Sekolahnya Para Pemimpin Jepang di zaman Restorasi Meiji di Hagi

Apa saja persiapannya sebelum berangkat ke Jepang?
A: Yang jelas visa harus sudah beres sebelum berangkat. Kalau menggunakan e-paspor, kita bisa mengajukan aplikasi visa waiver asalkan kunjungan tidak lebih dari 15 hari. Kalau menggunakan paspor biasa, memang agak ribet, tetapi dengan adanya surat penjaminan dari universitas di Jepang, malah sangat mudah. Selain itu, siapkan pula pakaian yang cocok untuk digunakan di sana; pantau cuacanya, berapa suhunya, sesuaikan dengan kebutuhan kita. Jepang sebagai negara empat musim memang indah saat musim semi; tapi suhunya kadang masih tidak bersahabat bagi masyarakat yang tinggal di daerah tropis. Ada beberapa temanku yang alergi dingin gara-gara dia tidak membawa baju penahan dingin; dan akhirnya malah beli di Jepang saat situasinya sudah cukup memburuk. Belajar tentang Indonesia, hubungan antara Indonesia dan Jepang, hubungan antara Jepang dan ASEAN menjadi bekal yang sangat penting untuk menjamin kekondusifan situasi belajar di sana; karena sekali lagi, tujuan trip kali ini adalah juga untuk belajar. Senang-senang tentu saja, tetapi esensi dan pelajaran dari perjalanan itulah yang justru sangat penting untuk pengembangan diri ke depannya.

DSC02961.JPG
Yuk, Presentasi Bentar
DSC02985.JPG
Safe flight, everyone.
DSC02998.JPG
Ms. Pasita (all photos are credited to her), Ryoko-san, Shoko-san
DSC02800.JPG
We’re Young and We Have a Bright Future

 

Advertisements