Nope, ini bukan tentang power ranger yang di tipi-tipi itu… bukan, tapi ini adalah tentang para sahabat yang telah menemukanku di tengah belantara kesepian dan ke-jembek-an hidup. Somehow, aku bersyukur ketemu dengan mereka; karena toh dengan mereka aku juga semakin dekat dengan mimpi-mimpiku… praise to Allah.

There they are! ^_^

Sudah banyak momen yang kita lewati bersama. Yuk, kenalan dulu.
Yang pake baju merah itu Riska. Anak ini mengajarkan padaku kalo apapun bisa dihadapi dengan tertawa. Dia mengajariku bagaimana menertawakan hidup. Tentu, ada saat-saat kita perlu menangis; tapi ternyata menyeimbangkan tangis dan tawa adalah obat paling manjur untuk melatih dan mengontrol kepekaan emosi. I learned a lot about this with her. Dia seorang guru les privat group di rumahnya, punya banyak mantan plus cerita-cerita lucu sampe tragisnya, plus punya banyak teman.

Yang pake kerudung ungu itu Fitria. Paling sering dibully karena kedodollannya plus kepikunannya (short-term memory). Kupanggil pitli. Tapi prestasinya soal debat dan organisasi, jangan ditanyakan lagi. Kecerdasan emosi dan sosialnya bikin anak ini susah dicari soalnya sering jadi amoeba di berbagai tempat (maksudku aktif berorganisasi). Penyuka warna hijau. Aku belajar cara ngomong yang baik juga darinya. Kita pernah pergi bareng ke luar negeri  (for the first time) karena keterima di program beasiswa yang sama tahun 2015 lalu.

Yang pake kerudung hitam itu Nella. Keliatannya aja polos, pendiem. Kalo udah kenal Nella, aduh… dia cocok jadi komikus, itu lho yang tampil di stand up comedy. Nella punya cerita keluarga yang sering banget bikin aku sadar. Membuatku berpikir ulang soal apa sih pentingnya keluarga, gimana sih caranya berkomunikasi dengan keluarga. Ceritanya sering membuatku terharu dan menemukan momen “oh iya ya, bener juga”. Meskipun akademiknya tidak terlalu menonjol, tapi aku tahu dia adalah orang yang paling siap kalau harus menikah duluan. #eh #baper.

Yak, yang kerudung biru, itu Annisa. Itu aku. Cewek single yang belakangan ini suka traveling ke dalam negeri untuk senang-senang dan luar negeri untuk bertugas (presentasi paper, pelatihan kepemimpinan). Aku sebenarnya pendiem dan cuek; tapi pertemuan dengan mereka membuatku sadar bahwa hidupku ternyata bisa lebih indah dan berwarna. Banyak hal yang bisa kudapat dengan mendengarkan cerita orang lain, banyak pelajaran juga yang bisa aku pelajari; mulai dari cara berkomunikasi sampai cara menjadi istri. Intinya, aku menemukan katarsis yang tepat untuk mengembangkan diriku. Thanks to them. Love you dearie…. ♥♥♥

Advertisements