Salah satu cerita gereget yang sering kudengar tentang Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam adalah usaha dakwah beliau ke Thaif, yang terletak sekitar sejauh 30 km dari Mekkah.

Cerita ini selalu saja berhasil membuatku kembali semangat, ketika rasanya tenaga dan stok semangat benar-benar habis ditelan pedihnya kenyataan. Ketika aku melihat gambar Bu Ani Yudhoyono di atas, tetiba saja rasa haru menyelimuti hati. Teringat betapa jauhnya Rasulullah SAW berjalan kaki dengan jalan yang tidak semudah sekarang, melewati gunung dan bukit, berkelok terjal. Namun begitu sampai di Thaif,….

Respon masyarakat kala itu sangat nista, sangat buruk. Tak sekedar mengolok-olok, tapi juga memperlakukan beliau dengan buruk, hingga malaikat berkata, “Perlukah kutimpakan gunung di atas tanah mereka, Ya Rasul?”

“Tidak,” begitu jawab beliau.
Lantas Rasulullah berdoa, agar keturunan mereka diberi hidayah oleh Allah. Kemudian beliau kembali berjalan kaki, pulang ke Mekkah. Melewati jalanan itu lagi, jalan yang panjang dan terjal, berbukit-bukit dan bergunung-gunung. Tanpa sedikit pun mengeluh.

Ya Rasul…
Malu rasanya, baru berjalan beberapa langkah sudah mengaduh dan mengiba.
Malu, baru bergerak sedikit saja sudah mengeluh.
Malu, karena ternyata diri ini kadang tak menyadari bahwa ada Sang Maha yang Menguatkan. Dibandingkan perjalananmu, langkahku belum ada artinya.

Tapi semoga setiap langkah kuniatkan sebagai ibadah, akan menjadi langkah yang berkah. Meski belum sepenuhnya, aku akan tetap berusaha, memohon dariNya, lalu pasrah. Sama seperti yang kau ajarkan.

Allahumma shalli ‘alaa Muhammad!

Advertisements