Search

Acatraveler's Diary

which of the favours of your Lord will you deny

Category

Culinary

Yummy Perkedel Ayam

This is it! My extra favorite bites!

Yo, selain cokelat, aku juga hobi banget ngabisin perkedel kentang ala Mbah Uti. Perkedelnya beda dari yang lain, dan sampai sekarang, cuma Uti yang bisa membuat perkedel jenis ini. Selalu, dan selalu, mbah uti membuat perkedel dalam jumlah besar untuk memuaskan hasrat cucunya yang tak pernah puas makan perkedel. Hahahaha… *evil laugh*

Karena ternyata, penggemar perkedel di rumah bertambah; apalagi kalau bukan adikku yang paling kecil dan sepupuku #duh bikin persaingan tambah berat buat rebutan.

Tapi, untunglah Uti mau menyisakan bagian terbanyak untukku. Tau karena apa? Jelas karena aku membantu beliau dalam proses pembuatannya yang ekstra panjang nan melelahkan itu. Bayarannya setimpal, lah. Ekekeke. Okay langsung saja ke resepnya.

Bahan:

1. Ayam 1,5 kg

2. Kentang 3 kg

3. Bawang putih 1 ons

4. Bawang merah 1 ons

5. Garam secukupnya

6. Merica sebutuhnya

7. Pala sebutuhnya

8. Daun pisang

9. Telur ayam

Cara membuat:

1. Cuci ayam hingga bersih, rebus hingga matang. Pisahkan kulit dari dagingnya. Suwir-suwir dagingnya, lalu haluskan dengan ditumbuk.

2. Uleg bawang putih, bawang merah, pala, garam, dan merica. Biarkan sejenak.

3. Kupas kentang, iris menjadi empat atau lima bagian. Lalu goreng kentangnya. Setelah matang dan selagi panas, haluskan kentang. Campur dengan daging ayam.

4. Campurkan dengan bumbu hingga merata.

5. Bentuk sesuai ukuran perkedel yang kita inginkan dan bungkus dengan daun pisang.

6. Kukus perkedel selama 30 menit.

7. Goreng perkedel dengan baluran telur agar mengembang.

Siap disajikan!

Sambal Bilis

Ngomong-ngomong soal #KKN, satu hal yang perlu dibahas! Apa itu? Bagi-bagi resep makanan! Ini akibat (positif) dari jadwal piket rutinan dua kali seminggu, bareng anak-anak dari Seluruh Indonesia itu. Beberapa gadis di kelompokku sangat mahir mengolah berbagai bahan makanan bak koki profesional. Jadi, aku pun belajar dari mereka. Dari yang sebelumnya cuma terampil bikin camilan biasa, aku jadi tahu beberapa resep makanan berat dan kudapan dari luar Jawa. 

Sesuai daerah KKN yang kutempati, masakan yang seringkali dinikmati adalah masakan Melayu, dengan bahan-bahan yang hanya ada di tanah Melayu. Salah satunya yakni sambal goreng bilis. FYI, masakan tersebut adalah menu favorit baruku selain rendang. Oh ya, bilis itu istilah lain dari ikan teri. Teri yang mana? Teri khas Melayu, variasinya ada teri Medan yang ekstra mini sampai teri yang ukurannya sebesar jari. Kata Silpi, salah seorang koki Melayu totok di kelompokku, masakan sambal bilis ini andalan para mahasiswa Melayu di tanah rantau. Biasanya, mahasiswa asal tanah Melayu yang baru pulkam rata-rata akan dipasok dengan setoples penuh sambal bilis plus salah satu jenis Indomie (aku lupa rasa apa). Eh iya, langsung aja lah ke resepnya.

Bahan-bahan:

Bilis (sesuai kebutuhan dan keinginan), Cabe merah, Cabe rawit (sesuai kebutuhan dan keinginan), Bawang merah, Bawang putih, Terasi, Garam, Gula, Kecap, dan Minyak goreng. Bahan lain selain teri, seperti kacang tanah boleh juga ditambahkan.

Cara Memasak:

1. Haluskan bumbu sambal goreng (bawang merah, bawang putih, garam, gula, cabai rawit, cabai merah)

2. Bakar terasi hingga agak gosong. Masukkan ke dalam bumbu yang sudah dihaluskan

3. Tumis bumbu sampai baunya agak harum. Angkat dari penggorengan.

4. Jika ukuran bilis agak besar, pisahkan kepala dan tubuhnya. Setelah itu cuci yang bersih dan goreng bilis hingga matang dan agak kering (tingkat kekeringan terserah, yang penting matang). Kalau ada bahan lain selain bilis, pastikan digoreng sebelum bilis agar bau dan rasanya tak tercampur dengan bilis.

5. Masukkan bumbu yang sudah ditumis dan aduk rata dengan bilis yang sudah matang. Masak hingga aromanya harum dan bumbunya meresap. Tambahkan kecap. Waktu yang dibutuhkan tak terlalu lama, karena tumisan terakhir ini agar bumbunya meresap sempurna.

6. Sajikan dengan nasi putih pulen hangat. Tambah nikmat jika disajikan dengan nasi uduk (nasi dicampur santan). Di Jawa, sambal goreng bilis (teri) biasanya lauk khas untuk nasi kuning bersama kering tempe, tapi entah kenapa aku tak terlalu suka kombinasi ini.

Jujur saja, nasi dan sambal bilis ala Melayu ini masakan andalan selain tumis sayur dan telur dadar saat uang kas menipis dan sindrom malas masak melanda para petugas piket 😀

Tapi yang jelas, masakan ini masih tetap yahud sampai sekarang. Tiap kali kangen dengan squad KKN, aku selalu memasak sambal bilis untuk menggenapkan rindu pada mereka. Hmm… Mau mencobanya?

Pisang Goreng Manis

Kata siapa pisang goreng cuma jadi cemilan yang out of date? Modifikasi sedikiiit saja; dijamin deh pasti bakal siapapun ketagihan. Let’s check it out!

Bahan:

1. Satu sisir pisang raja

2. Satu bungkus tepung pisang goreng Sasa crispy rasa vanilla

3. Satu bungkus susu kental manis rasa vanilla

4. Air 300 ml

5. Cokelat batangan dan keju secukupnya 

6. Minyak secukupnya

Cara Memasak:

1. Kupas dan iris pisang raja sesuai selera (aku membagi 1 pisang menjadi dua dan mengirisnya jadi 8 bagian kecil supaya bisa sekali lahap pas dimakan)

2. Campurkan tepung dengan air, aduk merata

3. Masukkan susu ke dalam adonan tepung

4. Masukkan pisang goreng ke dalam adonan tepung dan gulirkan di dalamnya

5. Panaskan minyak dengan api kecil

6. Goreng pisang hingga berwarna keemasan

Siap disajikan! Jangan lupa, buatnya sepenuh hati ya… Dijamin enak! 

Japanese Curry

Selain teknologi dan tradisinya, Jepang juga terkenal dengan makanannya. Yap, beberapa resep yang menarik perhatian selama di Jepang sudah kucoba. Seperti sup jagung dan salad sayur. 

Tapi kali ini, aku akan berbagi resep Japanese Curry. Ya walopun bumbunya beli yang instan di supermarket Papaya Surabaya, karena pasti bahan-bahan aslinya agak sulit ditemukan di sini. FYI, Papaya adalah supermarket yang khusus menjual bahan masakan dan makanan impor dari Asia Timur a.k.a Jepang, Korea, dan China. 

Bahan-bahannya:

1 box bumbu curry instan 115 g (ada yang mengandung babi dan ada yang tidak, jadi hati-hati saat memilih di supermarket)

3 siung bawang putih

250 g dada ayam (bisa diganti dengan daging lain)

100 g wortel 

750 ml air

Cara Memasak:

1. Potong wortel bentuk dadu, cuci bersih, kemudian rebus hingga matang, tiriskan

2. Cuci bersih ayamnya, rebus hingga matang, tiriskan, dan potong dadu

3. Rajang halus bawang putih

4. Didihkan 750 ml air di panci, masukkan bumbu kari instan, aduk sampai mendidih

5. Masukkan wortel, ayam, dan bawang putih

6. Aduk sampai mengental (sekitar 20 menit)

7. Sajikan selagi hangat dengan nasi putih atau pasta. 

Ini bumbu kari nya (tidak mengandung babi)

Btw, ada 3 jenis juga: mild (tdk pedas), medium hot, dan hot. Aku memilih yang mild karena biar bisa dimakan orang serumah. Mana favoritmu?

Klapertaart No Bake

Nemu aja di Line. Buat percobaan kalo udah sedikit lowong, setelah sukses dengan roti tawar isi vla green tea.

♡No Bake Kiiroitori Klappetaart♡

Kalo ga salah klappetaart makanan org Menado. Semacam dessert dr kelapa muda…
Bahan:
450ml air kelapa
30gr susu bubuk
50gr tepung custard/tepung maizena
35gr tepung terigu protein rendah
1butir telur
2butir kuning telur
150ml susu cair
daging kelapa muda dr 3 butir kelapa
sedikit garam
70gr gula
1/2sdt vanilli
100gr butter/mentega
6buah wadah alluminium

Cara:
1. Campur semua bahan kecuali mentega di panci. Kemudian masak dengan api kecil hingga meletup letup, terus diaduk perlahan searah agar tidakpecah.
2. Masukan mentega dan aduk rata.
3. Bagi adonan.
4. Hias sesuai video (tips menghias ada di video brown bear mug cake).
5. Dinginkan di kulkas selama +/-3jam dan hidangkan
dingin.

#resepyummy_berbagiresep
Selamat mencoba:)

Bahan-bahan yang Tak Boleh Dipanaskan Ulang

Buat para (calon) ibu, tolong jangan panaskan ulang ya… 6 jenis makanan di bawah ini. Kenapa? Karena sebagian besar akan menimbulkan racun yang justru berbahaya bagi tubuh kita.

Berikut ini makanan yang tidak dianjurkan untuk dihangatkan lagi:

1. Jamur

Masakan dengan bahan jamur sebagiknya dimakan dengan segera ketika sudah dimasak, dan jika dibiarkan lama lebih baik memakannya pada kondisi dingin apa adanya, jangan dipanaskan ulang. Jika dipanaskan ulang, akan ada perubahan dalam komposisi proteinnya, dan bahkan ada perubahan rasa. Akibatnya dapat menyebabkan berbagai masalan pencernaan, dan kehilangan manfaat gizi yang terkandung di dalamnya.

2. Ayam

Nah… nggak nyangka kan? Sama. Jadi jika dipanaskan kembali, daging ayam akan berubah komposisi proteinnya. Oleh karena itu, jika Anda ingin menghangatkannya, cukup dengan api kecil dengan waktu singkat hingga masakan terasa cukup hangat.

3. Kentang

Wah, ini bergizi sekali. Tapi, apa yang terjadi ketika dipanaskan? Kandungan gizinya akan hilang dan jika dipanaskan berulang-ulang, akan menjadi beracun. Makan segera setelah dimasak atau makan dalam kondisi dingin tanpa perlu memanaskannya kembali.

4. Bayam

InshaAllah, rata-rata sudah pada ngerti kan ya, kalau bayam tak boleh dihangatkan lagi. Karena, bayam mengandung banyak nitrat yang jika dipanaskan berulang akan membentuk zat karsinogenik. Hindari makan bayam yang sudah tersimpan lama.

5. Seledri

Seledri juga mengandung nitrai yang akan berubah jadi nitrit yang sifatnya karsinogenik (pemicu kanker) jika dipanaskan ulang. Jika Anda ingin memanaskan ulang masakan yang mengandung seledri, buang dulu seledrinya.

6. Telur

Telur akan menjadi sangat beracun jika terkena paparan suhu tinggi secara berulang, terutama telu yang dimasak dengan cara direbus atau dimasak dalam kondisi bulat dengan bagian kuningnya tetap di dalam.

Sumber: Hipwee.com 🙂

How to Store the Food

Blogwalking dan nemu ginian. Ah, bermanfaat banget buat menyimpan koleksi per-dapur-an. Okay, happy storing!

Hot Chocolate Affairs

Di luar lagi hujan deres dan petir menyambar-nyambar.

Dingin-dingin begini, pas banget kalau bikin minuman hangat. Lihat isi kulkas, masih ada lelehan cokelat yang kembali membeku sisa olahan pisang kemarin. Yak, akhirnya kuputuskan untuk membuat minuman hot chocolate.

Bahannya cukup cokelat batang yang dilelehkan dan air panas. Cara membuatnya dengan menuangkan seluruh cokelat batang sepenuh hati, lalu tuangkan air panas hingga gelas cukup penuh. Lalu aduk dengan penuh cinta. Sebagai hiasan, bisa ditambah cream atau topping lain; suka-suka. FYI, nggak perlu ditambahkan gula karena cokelat batangan sudah cukup manis, semanis yang nulis :D. Kecuali kalau dibuat dari bubuk cokelat, nah ini yang perlu ditambah gula sesuai keinginan.

Awalnya, aku minum sendirian. Tapi lama-lama, kok ada yang kurang ya… Entah kenapa aku merasa kalau minuman seenak ini lebih mantep dinikmati bareng orang-orang tersayang. Jadilah aku membuat lagi dan membagikannya ke Mama dan adik-adikku. Mereka heran karena nggak pernah minum hot chocolate di rumah; meski begitu kami menikmatinya.

Hari ini, segelas cokelat panas telah mengajarkan arti kebersamaan. Cokelat memang bahan makanan/minuman favoritku; tiap kali mengkonsumsi cokelat, mood berangsur membaik. Tapi, tetap saja ada yang kurang jika aku menikmatinya sendirian. Kebahagiaan yang dinikmati sendirian itu nggak enak; rasanya sepi. Beda dengan kebahagiaan yang dibagi dengan orang lain. Their smiles sign that we’re living in the real world. Yeah, the real life in the real world. 😀

The Chicken and Mushroom Cream Soup

Akibat keranjingan makan sup di Kedai Taberu; aku pun penasaran dan langsung searching how to cook a yummy cream soup. Uti tiba-tiba turun gunung membantuku masak sup yang nggak pernah dikonsumsi oleh orang serumah ini (so, this is the first time when my family consume that cream soup). Maklum, orang-orang rumah masih cinta dengan sup tradisional warisan alm. mbah buyutku (baca: sup buncis-wortel bening). 

Berbekal mantra sakti dari website sajiansedap.com; aku pun belanja bahan-bahan yang diperlukan sekaligus nonton the Imitation Game di Tunjungan Plaza Surabaya; XXI lagi, hari Jumat lagi. Can you imagine that I need to shop at mall? Man, how expensive this soup is!

Bahan-bahan:

Ayam (bagian dada) 300 gr

Bawang bombay 1 buah

Jamur shitake 200 gr (tapi aku belinya jamur kuping)

Tepung terigu atau maizena 3 sendok makan

Jagung manis kalengan 250 gr

Garam secukupnya

Bumbu instan chicken cream soup

Kaldu ayam (bisa dari air rebusan ayam)

Air 1000 mL
Mentega untuk menumis
Peterseli untuk garnish

Langkah memasak:

1. Bersihkan ayam. Ambil dagingnya, kemudian rebus dengan air sebanyak 1000 mL. Tunggu sampai ayamnya empuk. Kemudian, tiriskan dan tunggu hingga dingin. Setelahnya, potong dadu.

2. Cuci jamurnya, potong-potong menjadi agak kecil.

3. Potong bawang bombay; setengahnya cukup. Iris kecil. Lalu panaskan mentega untuk menumis bawang bombay sampai harum.

4. Masukkan jamur shitake. Tumis sebentar. Masukkan air kaldu sedikit-sedikit. 

5. Campurkan tepung maizena dengan air, duk rata agar tidak ada butiran-butiran halus. Setelah itu, masukkan ke dalam campuran jamur. Aduk hingga agak mengental.

6. Masukkan ayam yang sudah dipotong dadu, masukkan pula jagung manisnya. Terus aduk agar tidak menggumpal.

7. Tambahkan bumbu instan cream soup dan garam. Tunggu sampai ada sedikit letupan. Cicipi rasanya. 

8. Iris peterseli, dan taburkan ke mangkok saji.

9. Siap disajikan.

Nah, di situs yang disebutkan; nggak ada keterangannya kalau terigu/maizena harus dicampur dengan air dulu. Uti sudah tanya soal itu. Tapi karena aku keukeuh dengan petunjuk resep; jadilah kemarin, aku pun langsung memasukkannya ke wajan dan baam! Terigunya nyangkut semua di jamur. Aaarggh… *sakitnya tuh di sini. Astaghfirullah…. almost desperate deh rasanya. Ini masakan bisa dimakan nggak ya… -_-

Syukurlah, Uti punya ide buat nyaring supnya dan jamurnya jadi selamet. Alhamdulillah, terselamatkanlah supku. Ha ha ha. Yak… lega begitu tau supnya sudah jadi. Akhirnya di Minggu pagi yang cerah tanggal 1 Februari kemarin; kami sekeluarga pun makan chicken and mushroom cream soup dengan riang gembira. 

Nikmat TuhanMu yang manakah yang kau dustakan?

Up ↑